Download Film, MP3, Sofware, Ebook, Gratis, Cerita Lucu,/h1>

SELAMAT DATANG DI BLOG SEDERHANA INI. BLOG INI TEMPAT CURHAT YANG KREATIF, IMAJINATIF, SEKALIGUS INOVATIF. FUNGSINYA BISA MACAM-MACAM. TERUTAMA SEKALI ADALAH SEBAGAI MEDIA UNTUK BELAJAR. BELAJAR MENULIS, BELAJAR UNTUK PEKA. PEKA PADA DIRI DAN SEKITAR KITA. PUNYA KRITIK DAN SARAN, SILAKAN KIRIM VIA EMAIL KE: banggaheriyanto@gmail.com

Friday, 22 July 2011

Tampang Presiden Kita Sewaktu Muda

Siapapun orangnya pasti pernah muda. Entah itu rakyat jelata maupun pemimpin sebuah bangsa. Pun demikian halnya dengan mereka yang pernah memimpin negeri ini.

Pada rentang sejarah Indonesia, yang tercatat secara resmi kita baru memiliki 5 nama yang pernah menjabat sebagai presiden. Kelima nama itu berturut-turut adalah: Soekarno, Soeharto, BJ Habibi, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Puteri, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dan inilah tampang mereka satu persatu:

1. Soekarno (Surabaya 6 Juni 1901 - Jakarta, 21 Juni 1970), dimakamkan di Blitar.
Dari foto-foto ini terlihat dengan jelas bahwa Soekarno adalah sosok yang tegas, mandiri, dan memiliki aura leadership yang kuat. Ini tidak hanya karena ia adalah founding father, tetapi juga karena secara pribadi Soekarno memang tampak matang.

Pada masanya, Soekarno menjadi simbol perlawanan bangsa-bangsa kelas tiga yang tidak setuju dengan niatan imperialisme barat yang diwakili oleh Amerika Serikat. Ucapan "GO TO HELL with YOUR ADD"-nya yang ditujukan kepada Amerika ketika hendak memberlakukan embargo ekonomi karena Indonesia di bawah kepemimpinan Soekarbno sangat kuat, tidak mudah didikte oleh Amerika yang sangat bernafsu menguasai sumber daya alam Indonesia.

Raut wajah Soekarno muda sangat tegas dan banyak sudut. Ini menggambarkan pribadi yang juga kuat dan matang, pandai, dan hebat dalam hal diplomasi dengan negara asing tanpa harus kehilangan posisi tawar yang strategis. Sedari muda, Soekarno sudah menunjukan bakat-bakat kepemimpinan yang khas, tegas, dan original.

Kasus tentang pemberontakan Permesta dan tertangkapnya pilot Amerika, Alan Poppe di tahun 1958 adalah contoh kepiawaian diplomasi Soekarno. Soekarno juga memiliki leadership yang kuat, yang mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa Indonesia ketika itu untuk tidak tunduk pada pengaruh asing (Amerika).


2. Soeharto (Yogyakarta 8 Juni 1921 - Jakarta 27 Januari 2008)
Selanjutnya adalah Soeharto. Pada beberapa foto di atas, sedikit nampak profil pribadi Jenderal bintang 5 yang biasa disapa 'Pak Harto' itu. Dari foto itu kita bisa melihat figur yang sempurna secara fisik (ma'lum anggota TNI brur.. rata2 fisiknya emang wokeee...)

Tetapi kemudian Soeharto terlena oleh singgasananya. Fisik yang tadinya kekar berubah menjadi tambun dan gempal. Saya adalah pengagum tokoh-tokoh militer dari berbagai penjuru dunia. Buat saya, orang-orang militer adalah pribadi yang pas untuk memimpin negeri: tegas, gagah, punya leadership, dan cenderung hidup sederhana karena terbiasa dengan pola hidup yang keras.

Namun asumsi saya yang terakhir itu sedikit demi sedikit meluntur. Melihat sosok Soeharto dan sepak terjangnya selama kurun terakhir masa jabatannya membuka sedikit tentang kondisi nyata jenderal2 TNI juga ternyata manusia biasa. Pada saat tertentu mereka juga ingin hidup mewah (namanya juga manusia...), punya simpanan harta yang banyak dan berserak di mana-mana (namanya juga manusia...), dan ingin anak-anaknya hidup sangat berkecukupan hingga ke generasi ke sekian...

Manusiawi memang. Tetapi menjadi sangat merugikan ketika dilakukan tanpa etika dan rasa peduli terhadap sesama. Anda tahulah berapa kekayaan Soeharto, keluarga, dan kroni2nya. Sumber kekayaan dan cara memperolehnya itulah yang sampai hari ini tidak pernah terang seterang-terangnya. Kalo ngandelin gaji Soeharto sebagai presiden, rasanya ga mungkin!

Di bawah kepemimpinan Seoharto lah Indonesia menjadi 'budak' imperialisme Amerika Serikat. Sumber daya alam kita habis disedot, dan hutang menggunung yang jumlah ngeri untuk disebutkan.

Oops.. jadi curhat begini ya? he2... Balik lagi ke soal foto. Poko'e secara fisik, dua presiden kita pertama ini emang OK punya: tegap2, dan gagah2. Liat aja fotonya...


3. Bacharudin Jusuf Habibie (Pare-pare 25 Juni 1936 - masih hidup)
Inilah presiden kita yang punya raut wajah polos, tulus, dan akademisi tulen. Namun sayang, ia berada di waktu dan tempat yang salah saat prahara 98 lalu. Lihat fotonya, gan! ada tampang korup ga? Kalo ane seh ngeliatnya lucu, gan... Tampang habibie mirip temen ane di bagian IT.


4. KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (Jombang 7 September 1940 - Jakarta 30 Desember 2009)
Ane ga' banyak komen dah tentang Kyai Presiden kita ini selain: mantabbsss....!




5. Megawati Soekarno Puteri (Yogyakarta 23 Januari 1947 - Masih Hidup)
Tentang Megawati juga ga' mau komen ah...


6. Susilo Bambang Yudhoyono (Pacitan 9 September 1949 - Masih Hidup)
Ni waktu mudanya lebih gagah lagi. Tinggi badannya juga ga malu2 in banget bangsa kita. Liat aja kalo ada gambar SBY sedang berfoto dengan pemimpin negara lain, keliatan setara ya bro...

Ga mau banyak komen juga ah... Hanya satu kata: mancabbsss...


(Mudah2n bermanfaat)

Tuesday, 19 July 2011

Bendera Merah-Putih Simbol Penyembahan Matahari-Bulan?

Bendera nasional Indonesia adalah sebuah bendera berdesain sederhana dengan dua warna yang dibagi menjadi dua bagian secara mendatar (horizontal) yaitu merah dan putih. Dulu pada saat Bung Karno bercerita di depan kongres rakyat Jawa Timur, beliau menceritakan asal mula warna merah putih sebagai warna bendera pusaka bangsa dan negara Indonesia.

Beliau berpesan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak memperdebatkan Sang merah putih ini. Jangan ada satu pihak yang mengusulkan warna lain sebagai bendera Republik Indonesia.

Beliau juga mengatakan bahwa warna Merah Putih ini bukan buatan Republik Indonesia, Bukan buatan kita dari zaman pergerakan nasional. Apa lagi bukan buatan Bung Karno, bukan buatan Bung Hatta! Enam ribu tahun sudah kita mengenal akan warna Merah Putih ini. Bukan seribu tahun, bukan dua ribu tahun, bukan tiga ribu tahun, bukan empat ribu tahun, bukan lima ribu tahun! Enam ribu tahun kita telah mengenal warna Merah Putih!

Tatkala di sini belum ada agama Kristen, belum ada agama Islam, belum ada agama Hindu, bangsa Indonesia telah meng-agungkan warna Merah Putih. Pada waktu itu kita belum mengenal Tuhan dalam cara mengenal sebagai sekarang ini. Pada waktu itu yang kita sembah adalah Matahari dan Bulan. Pada waktu itu kita hanya mengira, bahwa yang memberi hidup itu Matahari. Siang Matahari – malam Bulan. Matahari merah - Bulan putih.

Pada waktu itu kita telah mengagungkan warna Merah Putih. Kemu¬dian bertambah kecerdasan kita. Kita lebih dalam menyelami akan hidup di dalam alam ini. Kita memperhatikan segala sesuatu di dalam alam ini dan kita melihat, alam ini ada yang hidup bergerak, ada yang tidak bergerak. Ada manusia dan binatang, makhluk-makhluk yang bergerak. Ada tumbuh-tumbuhan yang tidak bisa bergerak. Manusia dan binatang itu darahnya merah. Tumbuh-tumbuhan darahnya putih. Getih – Getah. Coba dengarkan hampir sama dua perkataan ini: Getih – Getah. Cuma i diganti dengan a. Kemudian kita mengagungkan Getih – Getah. Merah – Putih. Saudara-saudara, itu adalah fase kedua.

Fase ketiga, manusia mengerti akan kejadian manusia. Mengerti, bahwa kejadian manusia ini adalah dari perhubungan laki dan perempuan, perempuan dan laki. Orang mengerti perempuan adalah merah, laki adalah putih. Dan itulah sebabnya maka kita turun-temurun mengagungkan Merah-Putih. Apa yang dinamakan “gula-kelapa”, mengagungkan bubur”bang-putih”. Itulah sebabnya maka kita kemudian-tatkala kita mempunyai negara-negara setelah mempunyai kerajaan-kerajaan- memakai warna Merah-Putih itu sebagai bendera negara.

Tatkala kita mempunyai kerajaan Singasari, Majapahit Merah-Putih telah berkibar. Dan tatkala kita mengadakan pergerakan nasional sejak tahun 1908 dengan lahirnya Budi Utomo-dan diikuti oleh Serikat Islam, oleh NIP (Nationaal Indische Partij), oleh ISDP, oleh PKI, oleh Sarekat Rakyat, oleh PPPK, oleh PBI, oleh Parindra, dan lain-lain-maka rakyat lndonesia tetap mencintai Merah-Putih sebagai warna benderanya. Dan tatkala kita pada tanggal 17 Agustus 1945 memproklamirkan kemerdekaan itu, dengan resmi kita menyatakan Sang Merah Putih adalah bendera kemerdekaan kita.

Maka dari itu kawan! sudah saatnyalah kita sebagai penerus bangsa yang besar ini untuk tegap berdiri, tatap sang pusaka kita dengan rasa bangga! Berkibarlah engkau Sang Pusaka Merah Putih.

Diambil dari sebuah Sumber:
PANCASILA BUNG KARNO, (Himpunan pidato, ceramah, kursus dan kuliah),
Penerbit PAKSI BHINEKA TUNGGAL IKA, Jakarta, 2005.

(forumbebas.com)