Download Film, MP3, Sofware, Ebook, Gratis, Cerita Lucu,/h1>

SELAMAT DATANG DI BLOG SEDERHANA INI. BLOG INI TEMPAT CURHAT YANG KREATIF, IMAJINATIF, SEKALIGUS INOVATIF. FUNGSINYA BISA MACAM-MACAM. TERUTAMA SEKALI ADALAH SEBAGAI MEDIA UNTUK BELAJAR. BELAJAR MENULIS, BELAJAR UNTUK PEKA. PEKA PADA DIRI DAN SEKITAR KITA. PUNYA KRITIK DAN SARAN, SILAKAN KIRIM VIA EMAIL KE: banggaheriyanto@gmail.com

Monday, 14 July 2014

Buka di Luar


Ramadan memang bulan yang khas. Dari sisi agama jelas, kita semua tahu, bahwa Ramadan adalah bulan penuh berkah, penuh rahmat dan pengampunan; bulan keberuntungan bagi umat Islam karena di bulan inilah pahala dilipat-gandakan, dosa dihapuskan. Allah membuka lebar-lebar pintu kesempatan bagi hamba-Nya yang ingin meraih derajat takwa.

Tapi, bukan itu yang hendak saya tulis di sini. Para ustadz, para kiai, sudah banyak mengulas hal itu. Yuk kita lihat sisi berbeda dari Ramadan.

Zaman saya jadi reporter dulu, bulan Ramadan memberi banyak pilihan ide. Selalu ada hal yang bisa dijadikan tulisan. Ya berita, feature, atau bahkan opini. Misalnya tentang makanan dan minuman khas Ramadan, tentang bukbernya anggota dewan atau artis, tentang suasana Ramadan, khazanah Islam, harga sembako yang mendadak naik, dan tentu saja menjelang akhir Ramadan yang paling banyak diulas adalah suasana mudik dan tren baju lebaran.

Dan, ide-ide tulisan itu sebenarnya mengulang apa yang pernah ditulis pada Ramadan tahun sebelumnya. Tetapi, selalu terasa baru. Inilah Ramadan.

Ada juga istilah-istilah yang cukup populer di bulan Ramadan. Contohnya bukber (buka bersama), bubar (buka bareng), ngabuburit (menunggu bedug maghrib/tanda buka puasa), kultum (kuliah tujuh menit), takjil (makanan/minuman berbuka puasa–di KBBI artinya mempercepat buka puasa), dan istilah “buka di luar”.

Untuk yang terakhir itu, artinya kurang lebih berbuka puasa tidak di rumah tapi di suatu tempat tertentu, misalnya di restoran, di kafe, di mall, atau di alun-alun kota. Seperti yang belum lama ini saya lakukan. Kami sekeluarga “buka di luar”, dan memilih lokasi terakhir, yaitu alun-alun kota. Lokasi yang benar-benar terbuka, dengan udara luar yang segar, ramai tapi tenang, dan tersedia banyak menu berbuka puasa.

Dua Ramadan sebelumnya, kami juga buka di luar. Waktu itu lokasi yang kami pilih adalah mall, di salah satu gerai makanan cepat saji yang cukup populer di kota kami, barangkali juga di kota Anda karena gerai ini franchise-nya ada di mana-mana. Bahkan di tempat peristirahatan jalan tol luar kota.

Kali ini kami ingin suasana berbeda. Dan sudah kami dapatkan. Ternyata, buka puasa di alun-alun kota itu menyenangkan. Eh omong-omong, sudahkah Anda “buka di luar”? (BHY)

Wednesday, 13 June 2012

Pengembangan Organisasi

Menurut Warren G. Bennis–seorang profesor di bidang administrasi bisnis–pengembangan organisasi atau yang lebih dikenal dengan istilah Organization Development (OD) adalah suatu jawaban terhadap suatu perubahan, suatu strategi pendidikan/pelatihan yang kompleks dan berkesinambungan yang diharapkan dapat merubah kepercayaan, sikap, dan nilai serta tatanan organisasi sehingga organisasi dapat lebih cepat, tanggap dalam menyesuaikan terhadap teknologi, pasar, dan tantangan baru serta kecepatan dari perubahan itu sendiri.

Organisasi beserta warganya, yang membentuk masyakat modern, mau tidak mau harus beradaptasi terhadap arus perubahan yang ada. Perubahan-perubahan yang terjadi pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat kategori, yaitu: perkembangan teknologi, perkembangan produk, ledakan informasi dan ilmu pengetahuan, dan jasa yang mengakibatkan makin singkatnya daur hidup produk, serta perubahan sosial yang memengaruhi perilaku, gaya hidup, nilai-nilai dan harapan setiap orang.

Untuk dapat bertahan, organisasi harus mampu mengarahkan warganya agar dapat beradaptasi dengan baik dan bahkan mampu memanfaatkan dampak positif dari berbagai pembaruan tersebut yaitu dengan pengembangan diri dan pengembangan organisasi. Proses mengarahkan warga organisasi dalam mengembangkan diri menghadapi perubahan inilah yang dikenal luas sebagai proses organization development (OD). (*)

Fungsi dan Peran General Affairs dalam Perusahaan


Dalam sebuah perusahaan dengan sistem manajemen yang modern, terbuka, dan efisien ada satu divisi yang memiliki peran penting, yaitu Divisi General Affairs (GA), atau kita lebih mengenalnya dengan ‘bagian umum’. Divisi ini penting karena lingkup kerjanya adalah men-support kebutuhan dasar tempat kerja, manajemen gedung, perawatan dan penyediaan fasilitasnya.

Sesuai dengan namanya, Divisi GA merupakan supporting unit yang bertujuan memberikan pelayanan-pelayanan kepada unit-unit kerja lain di perusahaan. Bahkan pada umumnya, GA melayani seluruh unit kerja di perusahaan (karena lingkup kerja GA bersifat shared service) dalam hal administrasi dan pengelolaan pelayanan rutin kantor.

Peran General Affairs (GA) dalam suatu organisasi sering disepelekan. Padahal, kelancaran operasional sehari-hari suatu perusahaan ditentukan oleh Departemen ini karena fungsinya—juga lingkup kerja utamanya—yang memberikan dukungan pelayanan kepada fungsi-fungsi di dalam perusahaan, yakni memberikan pelayanan umum sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Umumnya, Departemen GA berada di bawah Divisi Corporate Support yang bertanggung jawab atas kelancaran operasional perusahaan sehari-hari. Contoh sederhana dari fungsi GA adalah penerimaan tamu, surat-menyurat, transportasi, perijinan, perawatan gedung, penyediaan sarana dan prasarana operasional, dan lain lain. (*)

Perekrutan Karyawan

Banyak pakar bisnis yang menyebutkan bahwa dinamika sebuah perusahaan bergantung pada tiga hal: leadership, manajemen, dan sumber daya manusia (SDM). Dari ketiga hal itu, walaupun disebutkan terakhir, yang tak kalah pentingnya adalah kualitas SDM. Karena, betapapun kuatnya leadership, betapapun canggihnya manajemen, jika tidak didukung dan dijalankan oleh SDM-SDM yang ‘berkesadaran untuk maju’ maka semuanya hanya akan menjadi cerita indah di atas kertas.

SDM yang ‘berkesadaran untuk maju’ adalah mereka yang secara individu memahami bahwa ia harus mengoptimalkan semua potensi yang melekat pada dirinya, mengembangkan potensi itu, dan pada akhirnya, menjadi pribadi yang tak pernah mengenal kata ‘tidak’ dan ‘cukup’ untuk belajar, untuk bertransformasi. Mereka juga adalah yang secara sosial memahami peran sebagai bagian dari organisasi Perusahaan, yang karena itu memiliki peran dan tanggung jawab untuk bersinergi dengan individu-individu lain di dalam maupun di luar organisasi.

Tidak mudah mendapatkan SDM dengan spesifikasi ‘berkesadaran untuk maju’. Selain karena hal tersebut memerlukan waktu yang cukup lama, juga karena secara pragmatif Perusahaan memiliki standar tertentu mengenai skill dan kepintaran akademis tiap-tiap individu. Maka kemudian diperlukan sebuah proses perekrutan SDM dengan metodologi tertentu, yang diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama mampu menyediakan SDM-SDM dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh perusahaan. (*)