Download Film, MP3, Sofware, Ebook, Gratis, Cerita Lucu,/h1>

SELAMAT DATANG DI BLOG SEDERHANA INI. BLOG INI TEMPAT CURHAT YANG KREATIF, IMAJINATIF, SEKALIGUS INOVATIF. FUNGSINYA BISA MACAM-MACAM. TERUTAMA SEKALI ADALAH SEBAGAI MEDIA UNTUK BELAJAR. BELAJAR MENULIS, BELAJAR UNTUK PEKA. PEKA PADA DIRI DAN SEKITAR KITA. PUNYA KRITIK DAN SARAN, SILAKAN KIRIM VIA EMAIL KE: banggaheriyanto@gmail.com

Monday, 27 June 2011

Bocoran Cawapres Gus Dur

Sebelum acara Silaturahmi dan Sambung Rasa DPP PKB-Tokoh NU di Jakarta Senin (26/05/2003), wartawan mendapat kesempatan tanya jawab dengan kandidat Presiden dari PKB, Gus Dur.

Wartawan bertanya, ”Bagaimana kriteria wapres Gus Dur?”
”Seorang birokrat yang bukan politisi dan militer.” jawab Gus Dur.

Seperti mendapat “angin”, wartawan-wartawan kita mengajukan berbagai nama, dengan harapan diiyakan Gus Dur dan besoknya mungkin jadi headline “Si Anu Calon Wapres Gus Dur”.

Tapi Gus Dur dengan cekatan menampik membeberkan nama orang yang gadang-gadangkan jadi “Cawapresnya”. “Nanti dong, pemilihannya juga belum,” katanya menolak.

Bukan wartawan kalau langsung menyerah, apalagi semua kuli disket sudah paham “tabiat” Gus Dur jika berhadapan dengan pers; “tak ada rahasia untuk publik” mungkin begitu mottonya Gus Dur. (Walau sebenarnya Gus Dur punya petuah dari bahasa Arab yang selalu dipatuhinya dalam berpolitik “Simpanlah Rahasiamu karena itu adalah senjatamu”)

Kenyataannya Gus Dur tetap menolak, bahkan wartawan memberikan “penawaran”: "Inisialnya deh Gus atau kalau nggak panggilannya juga boleh."

Gus Dur cuma mesem-mesem, wartawan pun patah arang, lalu merekapun mengkandangkan alat perekam masing-masing.

Namun ketika semua sudah menyerah, Gus Dur menukas,"Oke panggilannya aja ya." Kontan semua wartawan kembali serius ke posisi merekam (mungkin juga ada yang mbatin "Kena lo Gus") dan dengan antusias bertanya “Siapa Gus ? Siapa Gus?”
Dengan "jujur" Gus Dur memeberkan rahasianya, "Panggilannya Mas."
Para peliput pun terbahak-bahak setelah di “kerjai” Gus Dur.

0 comments :

Post a Comment