Tidak semua yang serba modern membawa manfaat. Pada bagian tertentu, sesuatu yang alami dan dikerjakan secara tradisional juga tidak kalah bermanfaatnya. Pengobatan tradisional ala China adalah salah satu contohnya.
Pengobatan tradisional China atau Traditional Chinese Medicine (TCM) adalah praktik pengobatan tradisional yang dilakukan di Cina dan telah berkembang selama ribuan tahun. TCM biasanya menggunakan teknik pengobatan herbal, akupunktur, dan pijat Tui Na.
Pengobatan Tradisional China percaya bahwa segala proses dalam tubuh manusia berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan. Oleh karena itu, penyakit disebabkan oleh ketidakharmonisan antara lingkungan di dalam dan di luar tubuh seseorang. Gejala ketidakseimbangan ini digunakan dalam pemahaman, pengobatan, dan pencegahan penyakit.
Teori yang digunakan dalam pengobatan didasarkan pada beberapa acuan filsafat termasuk teori Yin-yang, lima unsur (Wu-xing), sistem meridian tubuh manusia (Jing-luo), teori organ Zang Fu, dan lainnya. Diagnosis dan perawatan dirujuk pada konsep tersebut. Pengobatan tradisional Cina tidak jarang berselisih dengan kedokteran Barat, namun beberapa praktisi mengombinasikannya dengan prinsip kedokteran berdasarkan pembuktian.
TCM berberda dengan pengobatan klasik China. Hal ini berkaitan dengan perjalanan sejarah bangsa China. Pemerintah nasionalis, pada masanya, menolak dan mencabut perlindungan hukum pada pengobatan klasiknya karena mereka tidak menginginkan China tertinggal dalam hal perkembangan ilmu pengetahuan yang ilmiah. Selama 30 tahun, pengobatan klasik dilarang di China dan beberapa orang dituntut oleh pemerintah karena melakukan pengobatan klasik.
Pada tahun 1960-an, Mao Zedong pada akhirnya memutuskan bahwa pemerintah tidak dapat melarang pengobatan klasik. Ia memerintahkan 10 dokter terbaik untuk menyelidiki pengobatan klasik serta membuat sebuah bentuk standar aplikasi dari pengobatan klasik tersebut. Standarisasi itu menghasilkan TCM.
Obat dalam TCM
Pengobatan tradisional dipercaya sangat efektif, dan kadang-kadang dapat berfungsi sebagai obat paliatif (sistem perawatan terpadu yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, dengan cara meringankan nyeri dan penderitaan lain) ketika kedokteran Barat tidak mampu menangani lagi, seperti pengobatan rutin pada kasus flu dan alergi, serta menangani pencegahan keracunan.
Karena dikerjakan atas dasar prinsip tradisional, maka bahan-bahan yang digunakan TCM dalam proses pengobatannya juga berasal dari hal-hal yang bersifat alami, dan secara langsung berasal dari alam. Semakin tinggi kadar kealamiannya, maka semakin tinggi pula nilai bahan tersebut, baik dari sisi harga maupun daya sembuh.
Ada dua sumber bahan obat yang digunakan dalam TCM, yakni yang berasal dari hewan dan yang berasal dari tumbuhan. Yang berasal dari hewan di antaranya adalah: minyak ular (untuk mengurangi nyeri sendi); penis dan mata harimau (untuk meningkatkan vitalitas dan mengobati impotensi); cula badak (untuk mendinginkan darah); sirip ikan hiu (untuk peremajaan kulit, mengobati kanker, untuk ginjal, dan penyakit yang menyerang paru-paru); dan kuda laut (untuk menyembuhkan asma, impotensi, gangguan tiroid, jantung, dan penyakit kulit.
Sementara bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan atau herbal, sebagian besarnya masih mengandalkan ginseng sebagai bahan pengobatan yang paling terkenal dari Timur. Bahan-bahan lainnya tidak teridentifikasi secara umum karena sebagian praktisi TCM merahasiakan hal tersebut untuk menjaga originalitas dan eksklusivitas bahan.
Praktik TCM
Teknik pengobatan TCM dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya adalah dengan metode herbal, akupunktur, moksibasi, auriculotherapy, dan cupping.
Metode pengobatan herbal adalah metode pengobatan yang menggunakan tumbuhan-tumbuhan tertentu sebagai sarana utamanya. Sementara metode akupunktur lazim kita kenal dengan metode tusuk jarum, di mana sejumlah jarum khusus ditusukkan di titik-titik tertentu pada tubuh yang berfungsi untuk melancarkan peredaran darah.
Teknik moksibasi adalah penyembuhan penyakit dengan sistem penghangatan atau pembakaran dengan moxawool (bahan moksa, seperti bahan wol) agar memproduksi panas pada titik-titik akupunktur atau tempat tertentu pada tubuh pasien. Moxawool dibuat dari daun-daun artemisia vulgaris (daun moksa) yang kering dan digiling (digilas) menjadi serbuk halus.
Auriculotherapy atau akupunktur telinga adalah terapi pengobatan alternatif yang didasarkan pada gagasan bahwa telinga merupakan microsystem seluruh tubuh yang direpresentasikan oleh daun telinga, bagian luar telinga. Penyakit dari seluruh tubuh diasumsikan dapat diobati oleh stimulasi dari permukaan telinga secara eksklusif.
Cupping adalah teknik pengobatan yang dikenal di Indonesia dengan nama bekam, yakni teknik pengobatan metode yang menggunakan tekanan udara dengan menciptakan ruang kedap udara dekat kulit pasien pada titik akupuntur tertentu. Metode ini sangat mirip dengan pengobatan tradisional di Asia Tenggara yang dilakukan dengan mengerik kulit dengan uang logam atau benda lain dengan tujuan membuka penyumbatan. Terapi ini digunakan untuk melegakan “penyumbatan” dalam bidang TCM, dan digunakan dalam perawatan penyakit pernapasan.
(BANGGA/adaptasi dari buku B.U. Hadikusumo, Kop, Moksibasi & Pijat Refleksi/wikipedia/)

0 comments :
Post a Comment