Download Film, MP3, Sofware, Ebook, Gratis, Cerita Lucu,/h1>

SELAMAT DATANG DI BLOG SEDERHANA INI. BLOG INI TEMPAT CURHAT YANG KREATIF, IMAJINATIF, SEKALIGUS INOVATIF. FUNGSINYA BISA MACAM-MACAM. TERUTAMA SEKALI ADALAH SEBAGAI MEDIA UNTUK BELAJAR. BELAJAR MENULIS, BELAJAR UNTUK PEKA. PEKA PADA DIRI DAN SEKITAR KITA. PUNYA KRITIK DAN SARAN, SILAKAN KIRIM VIA EMAIL KE: banggaheriyanto@gmail.com

Wednesday, 13 July 2011

Stem Cell dan Penyakit Degeneratif

Dalam film Never Let Me Go (2010) arahan sutradara Mark Romanek diceritakan tentang perkembangan pesat dunia medis yang telah menambah harapan hidup manusia menjadi lebih panjang. Kemajuan itu terutama seputar teknologi kloning, transplantasi organ vital, dan stem cell manusia, yang menjadi harapan baru untuk menanggulangi penyakit-penyakit degeneratif semisal stroke, parkinson, dan alzheimer.

Kabar menggembirakan di dunia medis tentang terobosan-terobosan teknik pengobatan selalu dinanti-nanti banyak orang. Terutama tentang teknik pengobatan yang memanfaatkan sel-sel baru yang kondisinya lebih baik, hal tersebut berkaitan dengan penelitian ilmuwan bioteknologi seputar stem cell (sel punca atau induk).

Stem cell adalah sel yang tidak atau belum terspesialisasi yang mempunyai 2 sifat: (1) Kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain (differentiate). Dalam hal ini stem cell mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel otot jantung, sel otot rangka, sel pankreas, dan lain-lain, dan (2) Kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (self-regenerate/self-renew). Dalam hal ini stem cell dapat membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel.

Menurut Dr Arief Budi Witarto, peneliti bioteknologi dari LIPI, pemanfaatan stem cell dalam pengobatan klinis sangat memungkinkan. Karena teknologi stem cell mempunyai kemampuan untuk merubah menjadi berbagai jenis sel sehingga dapat berfungsi menggantikan sel yang rusak.

Riset mengenai stem cell sudah dilakukan sejak 1998, dan pada 2005 dilaporkan keberhasilan meng-klon sel embrio manusia. Di 2007, dari hasil riset diketahui ilmuwan juga berhasil menciptakan sel punca dari sel dewasa dengan penambahan faktor-faktor protein tertentu. Bahkan di Korea, sejak 2005 telah dilakukan uji klinis terapi sel punca menggunakan sumber sel punca dewasa dari sumsum tulang belakang untuk pengobatan stroke dengan hasil yang cukup memuaskan.

Dalam jurnal kedokteran Indonesia CDK (Cermin Dunia Kedokteran) yang terbit sejak tahun 1974 disebutkan dalam edisi No. 163 Tahun 2006, bahwa ada tiga golongan penyakit yang dapat diatasi oleh stem cell, yaitu:

1. Penyakit autoimun.
Misalnya pada lupus, artritis reumatoid (salah satu jenis penyakit rematik) dan diabetes tipe 1. Mekanisme penanganannya adalah: setelah diinduksi oleh faktor pertumbuhan agar hematopoietic stem cell banyak dilepaskan dari sumsum tulang ke darah tepi, hematopoietic stem cell dikeluarkan dari dalam tubuh untuk dimurnikan dari sel imun matur. Lalu tubuh diberi agen sitotoksik atau terapi radiasi untuk membunuh sel-sel imun matur yang tidak mengenal self antigen (dianggap sebagai foreign antigen). Setelah itu hematopoietic stem cell dimasukkan kembali ke tubuh, bersirkulasi dan bermigrasi ke sumsum tulang untuk berdiferensiasi menjadi sel imun matur sehingga sistem imun tubuh kembali seperti semula.

2. Penyakit degeneratif.
Pada penyakit degeneratif seperti stroke, parkinson, alzheimer, terdapat beberapa kerusakan atau kematian sel-sel tertentu sehingga bermanifestasi klinis sebagai suatu penyakit. Pada keadaan ini stem cell setelah dimanipulasi dapat ditransplantasi ke dalam tubuh pasien agar stem cell tersebut dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel organ tertentu yang menggantikan sel-sel yang telah rusak atau mati akibat penyakit degeneratif.

3. Penyakit keganasan.
Prinsip terapi stem cell pada keganasan sama dengan penyakit autoimun. Hematopoietic stem cell yang diperoleh baik dari sumsum tulang atau darah tali pusat telah lama dipakai dalam terapi leukemia dan penyakit darah lainnya.

Stem Cell untuk Penyakit Stroke dan Jantung
Dahulu dianggap bahwa sekali terjadi kematian sel pada stroke, maka akan menimbulkan kecacatan tetap karena sel otak tidak mempunyai kemampuan regenerasi. Tapi anggapan berubah setelah para pakar mengetahui adanya plastisitas pada sel-sel otak dan pengetahuan mengenai stem cell yang berkembang pesat belakangan ini.

Beberapa penelitian dengan menggunakan stem cell dari darah tali pusat manusia yang diberikan intravena kepada tikus yang arteri serebri medianya dioklusi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ada pengurangan volume lesi sebanyak 40% dan adanya kemampuan kembali ke 70% fungsi normal. Terdapat pemulihan fungsional pada kelompok yang ditransplantasi stem cell dari darah tali pusat dibandingkan dengan kelompok kontrol dan tampak stem cell dari darah tali pusat bermigrasi masuk ke otak. Penelitian dengan menggunakan mesenchymal stem cell (MSC) dari sumsum tulang autolog yang diberikan intravena pada 30 penderita stroke juga memperbaiki outcome yang dinilai dari parameter Barthel Index dan modified Rankin Scale.

Stem Cell juga dapat diaplikasikan untuk penanganan penyakit jantung. Penelitian terkini memberikan bukti awal bahwa adult stem cells (sel punca dari jaringan dewasa) dan embryonic stem cell (sel punca dari masa embrio) dapat menggantikan sel otot jantung yang rusak dan memberikan pembuluh darah baru. (BHY)

0 comments :

Post a Comment